Skip to content

#quiettime : Matius 5 (7)

MANIPULASI

Selamat pagi, selamat hari Kamis!

Nasihat hari ini adalah tentang “SUMPAH”. Disini Tuhan mengajarkan kita untuk tidak bersumpah apapun. Demi nama Tuhan maupun demi nama apapun yang ada di dalam bumi.

Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu:

jangan bersumpah sama sekali, baik demi langit, sebab langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, sebab bumi adalah alas kaki-Nya; atau demi Yerusalem, sebab itulah kota Raja besar.

Jangan juga bersumpah demi kepalamu, sebab engkau sendiri tidak dapat membuat rambutmu menjadi putih atau hitam, biar hanya sehelai.

” Katakan saja ‘Ya’ atau ‘Tidak’ — lebih dari itu datangnya dari si Iblis.”

https://www.bible.com/id/bible/27/MAT.5.BIMK


HELGA LEARN

Pas baca ayat di atas, aku belum terlalu paham dengan cara implementasinya.

Karena bagiku mudah saja melakukannya. Tinggal tidak usah bersumpah sama sekali.

Tapi pas aku baca terjemahan The Message Bible, barulah aku paham…

Agak sulit dilakukan dan harus terus menyelidiki hatiku sendiri.

And don’t say anything you don’t mean. This counsel is embedded deep in our traditions.

You only make things worse when you lay down a smoke screen of pious talk,

saying, ‘I’ll pray for you,’ and never doing it, or saying, ‘God be with you,’ and not meaning it.

You don’t make your words true by embellishing them with religious lace.

In making your speech sound more religious, it becomes less true.

Just say ‘yes’ and ‘no.’ When you manipulate words to get your own way, you go wrong.

Artinya, mungkin saja tanpa sadar hanya ngomong doang “Tuhan memberkatimu” , “aku ikut mendoakan ya”, hanya digunakan untuk basa-basi semata.

Tanpa benar-benar dilakukan ataupun diresapi di dalam hati.

Kata-kata itu diucapkan hanya untuk menyenangkan orang lain atau untuk kepentingan diri sendiri agar dianggap sebagai orang religius atau baik.


HELGA CAN DO

Pas baca ini, aku berkaca ke diriku sendiri sih.

Aku sering banget begini… masih sering begini…

“Iya, nanti aku doakan ya, semangat ya…” hanya jadi sebuah text atau ucapan belaka untuk menutup percakapan atau basa-basi.

Bener juga sih, soal doa itu kan namanya mengatas namakan nama Tuhan….

Just say ‘yes’ and ‘no.’ When you manipulate words to get your own way, you go wrong.

Ini juga… sering juga manipulasi keadaan dengan tujuan agar diri tidak berbohong kepada orang lain. Tapi kan sama aja… sama aja salah…

Ini kan artinya… tanpa sadar membohongi orang lain dan juga membohongi diri sendiri…

Hemmm….

Baiklah…

Singkat saja renungan hari ini. Aku pun baru sadar tentang hal ini…

Semoga Helga terus diingatkan kalau apapun yang Helga ucapkan bukan hal-hal yang kosong, basa-basi, atau punya tujuan manipulasi untuk membenarkan diri.

Semoga kamu, yang membaca ini juga menyadarinya.

Sekian, God bless you.

I really mean it ❤️ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *